Sifat sifat operasi hitung - Matematika SD

0 comments
Sifat sifat operasi hitung

Edukasi.me - Sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat ini diterapkan pada pembelajaran matematika sekolah dasar, biasanya dipelajari di kelas IV atau kelas V Sekolah Dasar. Untuk Memahami dan Berlatih Pelajarilah kembali sifat-sifat operasi hitung tersebut.

Sifat Komutatif

Seperti yang kita ketahui, sifat komutatif disebu sifat pertukaran.
Seperti penjumlahan berikut.
1 + 2 = 3
2 + 1 = 3
Jadi, 1 + 2 = 2+ 1.
Sifat seperti ini dinamakan sifat komutatif pada penjumlahan.
Sekarang, perhatikan perkalian berikut ini :
1 ×2 = 2
2 ×1 = 2
Jadi, 1 × 2 = 2 × 1
Sifat seperti ini dinamakan sifat komutatif pada perkalian. 
Sifat komutatif tidak berlaku pada pengurangan dan pembagian
contoh:
a. 2 – 4 = –2 dan 4 – 2 = 2
Jadi, 2 – 4 tidak sama dengan 4 – 2, atau 2 – 4 ≠ 4 – 2.
b. 2 : 4 = 0,5 dan 4 : 2 = 2
jadi, 2 : 4 tidak sama dengan 4 : 2, atau 2 : 4 ≠ 4 : 2

Ayo Berlatih !
Sifat sifat operasi hitung - Matematika SD


Sifat Asosiatif

Pada penjumlahan dan perkalian tiga bilangan bulat berlaku sifat asosiatif (pengelompokan). 
Perhatikan contoh berikut :
(2 + 3) + 4 = 5 + 4 = 9
2 + (3 + 4) = 2 + 7 = 9
Jadi, (2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4).
Sifat seperti ini dinamakan sifat asosiatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan contoh perkalian berikut.
(2 × 3) × 4 = 6 × 4 = 24
2 × (3 × 4) = 2 × 12 = 24
Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4).
Sifat ini disebut sifat asosiatif pada perkalian.

Ayo Berlatih !
Sifat sifat operasi hitung - Matematika SD


Sifat Distributif

Sifat distributif disebut sifat penyebaran. Untuk lebih memahaminya, perhatikan contoh berikut :
Contoh :
Apakah 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5)?
Jawab:
3 × (4 + 5) = 3 × 9 = 27
(3 × 4) + (3 × 5) = 12 + 15 = 27
Jadi, 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5).
Contoh :
Apakah 3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5)?
Jawab:
3 × (4 – 5) = 3 × (–1) = –3
(3 × 4) – (3 × 5) = 12 – 15 = –3
Jadi, 3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5).
Kedua cintoh tersebut menunjukan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan dan pengurangan.

Ayo Berlatih !
Sifat sifat operasi hitung - Matematika SD


Menggunakan Sifat-Sifat Operasi Hitung

Sifat distributif dapat kita gunakan pada perkalian dua bilangan. Tapi, salah satu bilangannya merupakan bilangan yang cukup besar. Untuk  lebih memahaminya, pelajari contoh berikut :

Contoh 1
a. 8 × 123 = ...
b. 6 × 98 = ...
Jawab:
a. 8 × 123 = 8 × (100 + 20 + 3)
= (8 × 100) + (8 × 20) + (8 × 3)
= 800 + 160 + 24 = 984
Jadi, 8 × 123 = 984.
b. 6 × 98 = 6 × (100 – 2)
= (6 × 100) – (6 × 2)
= 600 – 12
= 588
Jadi, 6 × 98 = 588.
Contoh 2
a. (3 × 46) + (3 × 54) = ....
b. (7 × 89) – (7 × 79) = ....
Jawab:
a. (3 × 46) + (3 × 54) = 3 × (46 + 54)
= 3 × 100
= 300
Jadi, (3 × 46) + (3 × 54) = 300.
b. (7 × 89) – (7 × 79) = 7 × (89 – 79)
= 7 × 10
= 70
Jadi, (7 × 89) – (7 × 79) = 70.


Ayo Berlatih 
Sifat sifat operasi hitung - Matematika SD

Read More »

Teorema Pythagoras

0 comments
Teorema Pythagoras

Sekitar 2500 tahun yang lalu seorang filsuf yunani bernama Pythagoras menemukan fakta menarik tentang segitiga. Bapak Pythagoras menyatakan dalam sebuah segitiga siku-siku (salah satu sudutnya 90o), kuadrat sisi miringnya akan sama dengan jumlah kuadrat dari 2 sisi yang lain.

Masih bingung dengan penjelasan Bapak  Pythagoras?? Oke langsung saja kita bahas materi matematika Teorema Pythagoras

Supaya lebih matang dalam mempelajari Teorema Pythagoras sebaikna kita pahami dulu apa itu Kuadrat dan akar kuadarat.

Teorema Pythagoras















Teorema Pythagoras

Teorema Pythagoras

























Sekarang lanjut ke topik utama yaitu Teorema Pythagoras

Dalil Pythagoras


Teorema Pythagoras

Dalil Pytagoras















Dalil Pytagoras

Dalil Pytagoras

Dalil Pytagoras















Contoh :

Contoh Soal Pytagoras

Contoh Soal Pytagoras

Contoh Soal Pytagoras



Read More »